Selamat Jalan Guru Bangsaku
By : Nicholas Frans Giskos
31 Desember 03:05 WIB.
Ketika kau diangkat lalu dijatuhkan kau masih tersenyum..
Ketika kau dihianati mereka namun kau masih memaafkan..
Ketika kau ditinggalkan kawan kawanmu kau masih bertahan..
Ketika mereka datang kembali kaupun menyambutnya dengan senyuman..
Kau yang mengajarkan kami berdemokrasi dengan seutuhnya..
Kau yang memberikan kebebasan kepada kami untuk beragama..
Kau yang merangkul suku agama dan ras manapun dalam kebersamaan..
Kau yang berjiwa pluralis dengan semangat pancasila dan tak mengenal lelah..
Kini kau harus pergi meninggalkan kami disini..
Kini kau harus mengakhiri perjuanganmu..
Kini kau kembali kedalam pangkuan ibu pertiwi..
Ribuan kepala menangisi engkau pergi..
selamat jalan kau yang berani merendahkan dirimu bagi kami kaum kecil..
selamat jalan kau yang telah memberikan kebebasan pers..
Selamat jalan sobat doa kami mengiringi kau pergi..
Selamat jalan guru bangsaku perjuanganmu kan kami teruskan..
Selamat jalan kawan sejati kami kan selalu merindumu..
walau kini kami kehilangan satu lagi tokoh panutan..
Tenanglah kau disana karna kami disini gak akan pernah berhenti berjuang..
Puisi ini di dedikasikan untuk Gusdur..
Kutuangkan Segala Bentuk Emosi Di Diriku Untuk Dapat Berbagi Dengan Yang Lain agar kita dapat merasakan kebersamaan dan ketulusan..
Thursday, 31 December 2009
Tuesday, 29 December 2009
Ku Nantikan Hembusan Nafas Cintamu
Ku Nantikan Hembusan Nafas Cintamu..
By : Nicholas Frans Giskos
29 Desember 2009 05:53 WIB
mentari siang dengan angkuhnya bersinar..
menghias diriku dalam kegerahan..
dalam ruang tak bertepi kusadarkan..
pengharapan cinta yang tak berwujud..
sore yang indah mulai menyapaku..
dalam kepedihaan kulemparkan senyum..
dibalik dinding aku berdiri teguh..
mengucapkan salam akan rinduku..
tapi diseberang sana akankah tau dirimu..
sebuah hati telah menunggumu..
mengharapkan dirimu hadir membawa setetes cinta..
agar haus dahaga ini dapat segera terobatin..
sekian lama aku bersandar..
menunggu datang dirimu..
dengan harapan yang kugantungkan..
namun kau tak kunjung datang padaku..
namun aku disini masih menantikan..
hembusan hangat napas cintamu..
agar kebekuan cinta abadi..
dapat mencair memberikan kehidupan..
kini semua semu adanya..
bayangan dirimu semangkin samar terlihat..
berlalu pergi entah kemana..
meninggalkanku dalam keterpurukan..
By : Nicholas Frans Giskos
29 Desember 2009 05:53 WIB
mentari siang dengan angkuhnya bersinar..
menghias diriku dalam kegerahan..
dalam ruang tak bertepi kusadarkan..
pengharapan cinta yang tak berwujud..
sore yang indah mulai menyapaku..
dalam kepedihaan kulemparkan senyum..
dibalik dinding aku berdiri teguh..
mengucapkan salam akan rinduku..
tapi diseberang sana akankah tau dirimu..
sebuah hati telah menunggumu..
mengharapkan dirimu hadir membawa setetes cinta..
agar haus dahaga ini dapat segera terobatin..
sekian lama aku bersandar..
menunggu datang dirimu..
dengan harapan yang kugantungkan..
namun kau tak kunjung datang padaku..
namun aku disini masih menantikan..
hembusan hangat napas cintamu..
agar kebekuan cinta abadi..
dapat mencair memberikan kehidupan..
kini semua semu adanya..
bayangan dirimu semangkin samar terlihat..
berlalu pergi entah kemana..
meninggalkanku dalam keterpurukan..
Monday, 28 December 2009
Adahkah Keajaiban Itu.
Adahkah Keajaiban Itu.
By : Nicholas Frans Giskos
28 Desember 2009 02:40 WIB
ketika bintang keluar dari persembunyiannya..
saat itu aku masuk kedalam aroma kepedihan..
bergelut dengan indahnya keterpurukan..
bermain bersama manisnya tangisan hati..
terperangkap dalam lembah kekelaman..
kemilau cahaya bintang menetertawai diriku..
meledekku dengan indah sinarnya..
hingga aku semangkin merasa kesunyian..
masuk jauh kedalam sanubariku..
terbelenggu sepi yang mencekam..
sementara jauh diseberang sana..
pujaan hatiku menikmati pesta kemenangannya..
menari nari dengan lincah dan riangnya..
menghabiskan hari harinya yang indah..
tanpa pernah memperdulikan aku yang disini..
jika ada satu bintang menghampiriku..
menjaga hatiku dengan cintanya..
menghiburku dengan kasih setianya..
mengajariku tentang perjuangan dan kesetiaan..
menuntun setiap langkahku dengan kasihnya..
adakah keajaiban itu datang menghampiriku ?..
kenyataannya dia gak pernah tahu apa yang kurasakan..
semangkin jauh dirinya meninggalkan ku..
tetapi aku sangat mensyukuri anugrah ini..
sebab dia telah mampu membuka mataku akan arti cinta
By : Nicholas Frans Giskos
28 Desember 2009 02:40 WIB
ketika bintang keluar dari persembunyiannya..
saat itu aku masuk kedalam aroma kepedihan..
bergelut dengan indahnya keterpurukan..
bermain bersama manisnya tangisan hati..
terperangkap dalam lembah kekelaman..
kemilau cahaya bintang menetertawai diriku..
meledekku dengan indah sinarnya..
hingga aku semangkin merasa kesunyian..
masuk jauh kedalam sanubariku..
terbelenggu sepi yang mencekam..
sementara jauh diseberang sana..
pujaan hatiku menikmati pesta kemenangannya..
menari nari dengan lincah dan riangnya..
menghabiskan hari harinya yang indah..
tanpa pernah memperdulikan aku yang disini..
jika ada satu bintang menghampiriku..
menjaga hatiku dengan cintanya..
menghiburku dengan kasih setianya..
mengajariku tentang perjuangan dan kesetiaan..
menuntun setiap langkahku dengan kasihnya..
adakah keajaiban itu datang menghampiriku ?..
kenyataannya dia gak pernah tahu apa yang kurasakan..
semangkin jauh dirinya meninggalkan ku..
tetapi aku sangat mensyukuri anugrah ini..
sebab dia telah mampu membuka mataku akan arti cinta
Sunday, 27 December 2009
Waktu Yang Kan Menjawab
Waktu Yang Kan Menjawab
By : Nicholas Frans Giskos
27 Desember 2009 19:09 WIB
ketika sang bulan dengan sombongnya pergi meningalkanku..
maka sang fajar merekah dengan indahnya..
jauh dari keramain aku menemukan ketenangan jiwa..
bersandar pada kekosongan hati ini..
meski didasar samudera biru aku berkelana..
mencari belahan jiwa yang telah pergi..
jika harus keujung dunia kutemukan dirimu ..
maka tunggulah disana aku kan datang menghampirimu..
kau yang telah mengajarkan aku arti cinta yang sesungguhnya..
dan ku hanya bisa menatap mu dari kejahuan..
memberikan senyumanku walau di balik senyum ini tersimpan pengharapan..
kukan tegar berdiri dan kembali menjadi diriku yang seutuhnya..
sangat berat bagiku untuk melupakanmu..
disetiap helai napasku terdapat bayanganmu..
lihat wahai pujaan hatiku dan tertawalah sesukamu..
kau telah berhasil menghancurkan kemunafikanku...
haruskah aku melupakanmu walau berat bagiku ??
ataukah ku harus bertahan dalam ketidak pastian ini ??
oh tuhan inikah realita cinta kaum pemberontak ??
mungkin hanya waktu yang bisa menjawab pertanyaan bodohku ini..
By : Nicholas Frans Giskos
27 Desember 2009 19:09 WIB
ketika sang bulan dengan sombongnya pergi meningalkanku..
maka sang fajar merekah dengan indahnya..
jauh dari keramain aku menemukan ketenangan jiwa..
bersandar pada kekosongan hati ini..
meski didasar samudera biru aku berkelana..
mencari belahan jiwa yang telah pergi..
jika harus keujung dunia kutemukan dirimu ..
maka tunggulah disana aku kan datang menghampirimu..
kau yang telah mengajarkan aku arti cinta yang sesungguhnya..
dan ku hanya bisa menatap mu dari kejahuan..
memberikan senyumanku walau di balik senyum ini tersimpan pengharapan..
kukan tegar berdiri dan kembali menjadi diriku yang seutuhnya..
sangat berat bagiku untuk melupakanmu..
disetiap helai napasku terdapat bayanganmu..
lihat wahai pujaan hatiku dan tertawalah sesukamu..
kau telah berhasil menghancurkan kemunafikanku...
haruskah aku melupakanmu walau berat bagiku ??
ataukah ku harus bertahan dalam ketidak pastian ini ??
oh tuhan inikah realita cinta kaum pemberontak ??
mungkin hanya waktu yang bisa menjawab pertanyaan bodohku ini..
Subscribe to:
Posts (Atom)

