Pages

Sunday, 11 December 2011

HAM, Aku Dan Kepergianmu Di 0 Km.

HAM, Aku Dan Kepergianmu Di 0 Km.
BY : NICHOLAS FRANS GISKOS


17 : 00 Berkumpul Di 0 Km.
Menggelar Solidaritas Untukmu Kawan.
Lontarkan Cacian Pada Rezim Koprador.
Agar Rakyat Sadar Dan Bangun Dari Mimpi.

Ribuan Selebaran Terbagi.
Diiringi Lagu – Lagu Penggugah Jiwa.
Meski Intimidasi Kami Terima.
Namun Semangat Tak Surut Demi Kau Teman.
.
Tapi…Saat Penyataan Sikap Kami Ucapkan.
Beredar Kabar Tentang Kepergianmu.
Sejenak Kami Terpaku Pada Bumi.
Betapa Mulianya Pengorbananmu Demi Rakyat.
Lantunan Gugur Bunga Berkumandang.
Seiring Gerhana Bulan Diangkasa.
Menjadikan Pilu Suasana Malam Ini.
Hingga Tubuhku Bergetar Di 0 Km.

Hanya Doa Yang Kami Panjatkan.
Untuk Mengiringi Kepergianmu Kawan.
Selamat Jalan Kawan.
Perjuanganmu Tak Sia – Sia.
Karna Kami Yang Tersisa Akan Terus Melanjutkannya.

NFG : 0 Km Medan
10 Oktober 2011 22:35 WIB
Catatan :
Terinpirasi dari Sondang hutagalung karena berani mengorbankan dirinya demi memperjuangkan rakyat miskin yang butuh kesejateraan.Selamat jalan kawan sebab perjuanganmu gak akan pernah sia – sia karena kau telah berhasil menghancurkan batasan - batasan yang gak banyak orang melakukan. Walau langkahmu terhenti namun semangat mu tetap hidup karena telah bersemayam dalam jiwa kami.
kita yang tersisa mari kembali rapatkan barisan . apa yang kita takutkan lagi ?? sondang telah berhasil menghancurkan batasan batasan. jika kalian mencari kedamaian maka pergilah bersama sondang sebab dia telah menemukan kedamaiannya. jika kalian mencari kebenaran maka bergeraklah untuk menghancurkan sistem yang tidak manusiawai. rebut hak kita yang telah dirampas. keadilan telah diperkosa oleh uang. hukum hanya milik mereka yang punya uang.kesejateraan hanya mimpi jika kita tak merebutnya. sebab sistem yang dianut pemerintah anti rakyat miskin

Salam Pembrontakan untuk jiwa - jiwa merdeka.

http://www.starberita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=42239:aktivis-pergerakan-medan-berduka-atas-wafatnya-sondang-hutagalung&catid=37:peristiwa&Itemid=457

http://www.starberita.com/index.php?option=com_content&view=article&id=42191:berbagai-elemen-demo-tuntut-penyelesaian-kasus-korupsi&catid=37:peristiwa&Itemid=457

http://medan.tribunnews.com/2011/12/11/aksi-damai-gerak-pahak


Monday, 21 November 2011

Senja Diujung Tanduk Mengantar Malam.

Senja Diujung Tanduk Mengantar Malam.
BY : NICHOLAS FRANS GISKOS





Dalam bimbang melangkah maju.
Untuk mengejar suatu hal semu.
Bertahan dalam ketidak pastian.
Demi menggapai impian bersamamu.

Senja diujung tanduk mengantar malam.
Hanya membelai lewat dinding rapuh.
Sebagai pengobat sebuah rindu.
Agar dapat memeluk Bintang.

Namun sang bintang terus bertahan.
Dari angkasa memberikan sinar remang.
Bagaikan isarat sebuah dilema.
Tuk menguji cinta dan kesetiaan.

Kini sang bintang dipagarin tembok beton.
Yang enggan turun kebumi menghapus pilu.
Bawakaan setetes cinta pada hati yang gersang.
Agar menyatu tuk dapatkan kebahagian.

Aku terus meringkuk di kamar kosong.
Melihat dari kejahuan dengan perih.
Kala senja hadir digaris katulistiwa.
Dan berlalu meninggalkanku pada malam.

NFG – Kamar Kosong Medan.
17 November 2011 22:10WIB

Sunday, 13 November 2011

indahnya Sosialisme

indahnya Sosialisme
By: Nicholas Frans Giskos

bayangan indah semangkin samar.
dimana nilai - nilai kemanusian itu.?
ketika kita saling hujat.
bahkan mengatas namakan agama saling bantai.
membunuh mereka yang dianggap sesat.

Munafik ..!!!
kita semua munafik ..
Tolol ..!!!
Kita semua tolol ..
alangkah bodohnya kita.
membiarkan ketidakadilan didepan mata kita.
namun kita hanya menyerahkan pada takdir.

sementara penguasa dinegri ini sibuk bernyanyi.
menandakan betapa senangnya dia melihat kita.
ketika kita saling pukul, bunuh, dan merampok.
terbukti sudah, dia terus mengeluarkan album-albumnya.
dia malah tak perduli kalau kita kelaparan.
lihat teman dipapua dan daerah lainnya.
rakyatnya terus ditembakin hanya karena menuntut Kesejateraan.
mayat - mayat terus bergelimpangan dalam negri demokrasi retorika ini,

sampai kapan kita diam.
sampai kapan mulut kau bungkam.
sudah lepaskan semu ego.
mari kita brontak bersama.
untuk menghancurkan KAPITALISME dan IMPRIALISME.
wujudkan masyarakat baru.
dengan warna sosialisme.

NFG - Medan 09 November 2011 05:45



Tuesday, 8 November 2011

Goresan Jiwa Yang Rapuh

Goresan Jiwa Yang Rapuh
By : Nicholas Frans Giskos

Pada dinding semu aku menggoreskan kata - kata.
Terangkai syair indah untuk sebuah jiwa.
Menggelayut penantian pada harapan.
Dalam dinginya kabut hati.



Suara yang indah kini tak kudengar.
Cahaya kasihpun tak kulihat lagi.
Semua dibatasi oleh tembok – tembok egois.
Hingga aku jatuh dan tersungkur pada bumi.



Sunyian malam menyetubuhi tubuhku.
Tetes – tetes riang menjelma jadi duka.
Mengurungku dalam sebuah kehampaan.
Membuat kuhanyut dalam gelombang rindu.



Ingin ku berontak dengan waktu t’lah hilang.
Memutar kembali hari - hari dalam keceriaan.
Ucapkan kata maaf atas kesalahan yang tak pernah kulakukan.
Agar dirimu menjelma jadi nyata.



Aku hanyalah sampah sebuah rezim.
Melakukan perlawanan demi nilai kemanusian.
Meski banyak yang menyusup tuk hancurkanku.
Namun cintaku tulus padamu kasih.
   
NFG-Medan,Kamar Kosong 08 November 20:20 WIB