Pages

Saturday, 21 April 2012

Gerakan Penyelamat Alam

Gerakan Penyelamat Alam
BY : Nicholas Frans Giskos

Pagi ini.
Saat menyusuri jalanan panjang dan berliku..
Aku melihat hutan yang tak seperti dulu lagi..
Pohon-pohon yang dulu kokoh telah hilang..
Mataku hanya menatap bekas kehancuran menghias tanah..

Tebal halimun coba menghalangi pemandangan..
Agar kutak dapat menghitung luas kerusakan terjadi..
Lewat angin para penghuni alam berbicara padaku..
Suara yang berat dan tegas mereka berkata "lihat itu buah dari kerakusan manusia.!"..

Aku hanya mampu tertunduk bisu, Kala mendengar kalimat itu..
Andai saja aku punya kuasa, maka aku akan menindak pera perusak alam..
Demi menjaga ekosistem dan memberikan kelangsungan hidup generasi akan datang..

Tapi.!!
Lihat lah kawan, bencana terus terjadi..
Longsor dan Banjir bandang menghias kabar diatas meja sarapan kita..
Ratusan rumah porak poranda dan Ribuan jiwa kehilangan tempat tinggal mengisi cerita makan siang kita..
Jutaan nyawa terseret, tertimbun, dan hilang dalam bencana jadi tontonan makan malam kita..

Apakah kita Biarkan itu terjadi,??
Apakah kita Diamkan bencana yang terus datang,??
Haruskah kita menutup mata atas itu,??
Jawab kawan dengan nuranimu.!!

Karna Jutaan Bocah menunggu penyelamatnya, untuk menghentikan mereka menjadi yatim piatu..
Milyaran manusia menginginkan udara yang bersih..
Mari kita bersatu menghentikan laju para perusak alam serta membakar para bandit yang duduk ditampuk kekuasaan..
Ayo kawan sekarang saatnya Galang kekuatan membangun sebuah Gerakan Penyelamat Alam..

NFG - Dolok Sanggul.
24 February 2012 18:09 WIB

Marsinah Bukan Kartini

 Marsinah Bukan Kartini


Siapa Itu kartini..??
Apakah sosok perempuan dalam dongeng perubahan.??
Ataukah hanya fiksi dan ilusi sengaja diciptakan kaum priyayi.??
Entahlah aku tidak tau..!

Bagiku Marsinah pejuang sejati itu.!
Yang rela mengorbankan nyawa demi kesejateraan.
Walau bambu menembus kelamin hingga merobek perut.
Ditancap pada tanah oleh manusia laknat.

Namun buah perjuangan dari marsinah.
Telah dirasakan jutaan kaum buruh.
Meski para buruh telah melupakanmu.
Kuyakin marsinah telah tersenyum dengan kemenangannya.

Marsinah kaulah pahlawan perempuan itu.
Menjadi cahaya ditengah gulita.
Mengajarkan besarnya nilai pengorbanan.
Hingga riak menjadi badai Perlawanan.
Yang terus hidup dalam setiap pertarungan.

NFG-Medan,Sekret Fitra Sumut.
21 April 2012 11:04 WIB

Thursday, 5 April 2012

Berontaklah.!!!

Berontaklah.!!!
BY : Nicholas Frans Giskos.

Aku hanya setitik luka dari jutaan luka digaris kemiskinan..
Mencoba melawan dengan pemahaman dan keberanian..
Bermodal keyakinan serta berkesadaran..
Untuk menghancurkan setan-setan kapitalis yang menghisap..

Hari - hari kulalui dengan sebuah harapan perubahan..
Demi menghapus perbedaan kelas kaya dan miskin..
Agar tiada lagi kudengar jerit tangis bocah kelaparan..
Serta mengubur semua kesenjangan dinegriku..

Ku tau esok atau lusa aku pasti binasa..!
Tercatat maupun diabaikan dalam lembaran sejarah terlupakan..!
Aku tak pernah perduli akan hal itu..!
Namun sebelum waktu itu tiba, maka aku memilih berlawan..

Meski perjuangan itu sulit dan teramat sulit..!
Walau aral melintang dan fitnahan menghadang..!
Biar peluru merobek-robek ragaku..!
Tetap aku tak akan pernah perdulikan hal itu..!

Kan kupersembahkan sebuah kemenangan bagi generasi akan datang..
Walaupun kemenangan itu kecil dan teramat kecil..
Sebab itu lebih bernilai dari pada aku diam seperti para penitip nasib..
Yang menunggu keajaiban diujung kematian..

Berontaklah.!!!
Berontaklah kau kaum yang dimarjinalkan..
Berontaklah untuk merebut kesejateraan..
Sebab itu telah menjadi hakmu semenjak lahir..
Ingatlah saudaraku.!!
Nafas dan semangatku selalu Åϑά bersama pemberontakanmu..

NFG-Kamar Kosong,Medan
19 Maret 2012 04:19 WIB

Catatan :
Tolak setiap kebijakan pemerintah yang berpotensi untuk pemiskinan masal seperti kenaikan Bahan Bakar Minyak, Tarif Dasar Listrik dll. Sebab hal itu akan meningkatkan nilai inflasi dan mampu menimbulkan resesi sehingga akan menambah angka kemiskinan juga meningkatkan jumlah pengangguran.

Merindumu

Merindumu
BY : Nicholas Frans Giskos


Saat kau jauh, hatiku sepi sendiri..
Kala kau hilang, jiwaku merintih perih..
Disini, lewat dinding kaca yang semu..
Aku menggoreskan kata bersama imajinasi..
Hanya untuk menguatkan hati yang merindumu..

Kini entah dimana berada sebuah belahan hati..
Selalu memberikan kesejukan dalam kemarau yang gersang..
Dia terbiasa hapus semua fatamorgana..
Tuk berikan kekuatan dan semangat nafas cintaku..

Tapi sekarang dia tlah bisu..
Tak kudengar lagi suara manja penuh kedamaian..
Mengingatkanku untuk berhati-hati..
Selalu mengkhawatirkan kondisi fisikku..

Meski Gelap malam berhasil menyembunyikan panorama siang..
Walau dengan rasa bimbang aku mengarungi senja..
Jika bayangan samarpun perlahan menghilang..
Namun aku kan berdiri teguh menggengam sebuah janji..

NFG - Kamar Kosong, Medan
09 Maret 2012 04:01 WIB